Hai, kali ini saya kembali ingin sharing sekalian memenuhi tugas mata kuliah saya dikampus yaitu mata kuliah Organisasi Komputer. Kali ini saya akan sharing tentang Pemrograman Mikro. Penasaran kan ? Kalau ga penasaran pura-pura penasaran aja deh ya hehe ..
Sebelumnya, apa itu "Pemrograman Mikro" ?
Pemrograman mikro adalah proses
penerjemahan dan eksekusi dari setiap instruksi prosesor menjadi urutan
instruksi yang lebih kecil mikro. Ini untuk mengatakan bahwa
mikro-program adalah proses penulisan kode mikro untuk prosesor-mikro.
Ini mendefinisikan fungsi prosesor-mikro sambil mengeksekusi instruksi
mesin-bahasa. Juga dikenal sebagai mikro-coding, konsep pemrograman
mikro pertama kali dikembangkan pada tahun 1951 oleh Maurice Wilkes. Ini
adalah teknik yang digunakan dalam menerapkan sebuah Unit Kontrol.
Micro-kode atau mikro-program dikembangkan sebagai instruksi set CPU.
Dengan demikian, insinyur desain CPU menulis mikro-program untuk
mengimplementasikan set instruksi mesin. Dalam proses pengembangan
produk perangkat lunak, ini-kode mikro dapat ditulis atau diubah
beberapa kali bahkan selama tahap desain nanti. fleksibilitas seperti di
affords mikro-program besar kebebasan untuk merancang insinyur untuk
mengubah dan / atau datang dengan set instruksi yang lebih kompleks dan
dengan demikian sebagian besar memfasilitasi desain CPU fleksibel. Pada
beberapa komputer, mikro-kode yang disimpan dalam ROM dan karenanya
tidak dapat dimodifikasi. Tapi di komputer yang lebih besar, mereka
disimpan dalam EPROM dan, dengan demikian, dapat digantikan dengan versi
segar atau yang lebih baru. Konsep pemrograman mikro juga digunakan
dalam pengembangan perangkat lunak online.

Pengertian :
Kendali microprogrammed menawarkan suatu pendekatan yang lebih
terstruktur untuk merancang unit kendali logika (CLU) dibandingkan
dengan kendali hard-wired. Rancangan microprogrammed relatif mudah
diubah-ubah dan dibetulkan,menawarkan kemampuan diagnostik yang lebih
baik dan lebih dapat diandalkan daripada rancangan hard-wired. Karena
waktu akses memori kendali ROM menentukan kecepatan operasi CLU maka
kendali microprogrammed mungkin menghasilkan CLU yang lebih lambat
dibandingkan dengan kendali hard-wired.Alasannya adalah bahwa waktu yang
diperlukan untuk menjalankan suatu instruksi-mikro juga harus mencakup
waktu akses ROM. Sebaliknya, suatu keterlambatan dalam CLU hard-wired
hanya mungkin disebabkan oleh keterlambatan waktu penyebaran melalui
perangkat keras, yang relatif sangat kecil. Bagaimanapun juga, ilmu
ekonomi kelihatannya lebih menyukai kendali hard-wired hanya jika sistem
itu tidak terlalu kompleks dan hanya memerlukan beberapa operasi
kendali.
Perkembangan pesat dalam teknologi komputer dalam beberapa tahun
terakhir telah membuat konsep pemrograman mikro tampak agak berlebihan.
Program menjadi lebih kompleks dan ini memiliki dampak langsung pada
kinerja perangkat lunak dan pembangunan. Interpreter dan compiler telah
membuat kode tingkat rendah dari perintah tingkat tinggi. Kemajuan
tersebut telah digantikan keunggulan microprogramming. Ada telah skema
desain CPU yang tidak menggunakan pemrograman mikro seperti TTA
Prosesor, Superscaler Prosesor, Prosesor RISC, dan Prosesor RISC.
Instruksi di-fetch kedalam IR dan pengendali mikro menjalankan
program mikro yang bersesuaian. Address awal program mikro di-load
kedalam CAR(Control Address Register) kemudian memori control
mentransfer instruksi mikro pertama ke dalam CBR(Control Buffer
Register).
Dengan memfetch sebuah instruksi mikro dari memori kontrol berarti
kita menyatakan sebuah siklus mikro,yaitu waktu di mana instruksi mikro
didecode untuk menghasilkan sinyal kendali yang diperlukan untuk
menjalankannya. CAR secara normal bertambah 1 pada tiap-tiap pulsa
sehingga dapat mengalamati instruksi mikro berikutnya secara berurutan.
Namun, perhatikan bahwa rangkaian tersebut dapat diubah oleh
kondisi-kondisi yang terjadi di dalam atau di luar CLU, yang mungkin
menyebabkan pengendali mikro meningkatkan CAR lebih dari 1. Jika ada
operand yang diperlukan untuk suatu instruksi tertentu maka informasi
address dalam IR di-decode untuk melengkapi lokasi operand.
Dalam microprogrammmed control terdapat dua jenis format instruksi, yaitu secara
1. Horizontal
Satu bit diberikan untuk setiap sinyal logika yang dihasilkan oleh instruksi mikro.Jenis implementasi dimana signal kontrol di kode ke dalam pada bit , kemudian digunakan setelah dikode.
2. Vertikal
Hanya satu
operasi mikro yang dipanggil pada suatu waktu. Control dimana setiap bit
control mengatur 1 operasi gate atau mesin.

Demikian artikel yang saya buat, semoga bermanfaat dan beberapa informasi yang saya tuliskan saya dapatkan dari beberapa sumber.
Sumber :http://uchieghokil.blogspot.co.id/2010/12/pemrograman-mikro.html
http://priohimawan.blogspot.co.id/2014/01/pemrograman-mikro.html